Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

11 January 2015

[Resensi Buku] Laguna - Iwok Abqary


Judul Buku : Laguna (Seri Amore)
Pengarang : Iwok Abqary
Penerbit : Gramedia
Terbit : November 2013
Tebal : 232 halm.
ISBN : 978-602-03-0053-5
Rating : 4/5

Keindahan Blue Langoon Resort menjadi tempat pelarian Arneta untuk menyembuhkan luka hatinya. Saat putus dari Galang, ia bertekad menetap di resort milik papanya dengan menjadi karyawan divisi marketing. Ketenangan Neta terusik saat Mark -manager baru- membuat ia kesal. Neta sering disalahkan tentang banyak hal : rancangan proposal yang salah, datang terlambat, maupun budget promosi yang kegedean. Apalagi, si bule blasteran yang memiliki mata almond ini cepat menjadi primadona kaum hawa di kantor, yang membuat perang dingin di antara keduanya makin menjadi.

Target yang diberikan Mark memaksa Neta harus jungkir balik mencari klien. Calon klien yang dicarinya adalah perusahaan kelas kakap. Demi menambah jumlah pengunjung di resortnya, Neta membuat plan marketing lewat paket liburan bulan madu dengan wedding organizer, maupun promosi ke sekolah elit di Jakarta dan Bandung. Neta menerima tantangan Mark karena merasa kemampuan kerjanya diragukan. Meski ia anak pemilik resort, bukan berarti Neta tak bekerja. Ia kesal karena dianggap tak berguna. Padahal, ia lebih banyak meeting dengan klien di jam yang sulit ditentukan karena menyesuaikan klien. Target yang ditetapkan Mark harus diselesaikannya dalam waktu 6 bulan dengan margin keuntungan 300 %.

Harga diri Neta, membuat ia harus berusaha sampai titik darah penghabisan. Semata demi menyelesaikan tantangan. Bagi Neta, Galang sudah masa lalu. Tapi pertaruhannya malah mengantarkan Neta bertemu lagi dengan Galang. Laki-laki itu hadir lagi saat Neta sedang berusaha untuk mengejar target divisi lewat presentasi saless calling di Jakarta. Akankah cinta bersemi lagi di antara keduanya? Apakah pertaruhan Neta dan Mark berhasil diselesaikan dengan cantik?

***

Sebagai finalis lomba Amore, saya merasa novel romantis ini padat. Setting novelnya beneran dapet, karakter Mark juga. Saya jadi ngebayangin kalo si Mark ini mukanya kayak Mark Z, si pendiri facebook. Hehe. Soalnya gambaran bulenya mirip sih. xD Adegan lompat kursi kayaknya sering ya disebut di novel ini. Wekeke. Jadi gokil aja ngebayanginnya.

Pas bagian Neta yang berubah jadi gokil saat ngobrol dengan Andin, saya ngerasa ada perubahan karakter yang bikin kaget, soalnya tau-tau Neta yang bad temper ini mendadak jadi punya sifat ‘jail’. :P

“Kalau dia membentak dan menyalahkan kamu, lempar saja proposal itu ke mukanya, lalu kamu lari ke sini, ngumpet di bawah meja saya.”(hlm. 44)

Hyaaa,  image bad temper-nya jadi langsung ilang pas saya ngebayangin Neta beneran nyuruh Andin ngumpet di bawah meja. Hahaha! Padahal sebelumnya Neta sebel karena abis berantem. Mungkin Kang Iwok keceplosan di bagian ini ya. Jadi unsur humornya kebawa. Jadi ga konsisten aja gitu, siapa sebenernya yang hobi jail dan bikin suasana jadi gokil? Mark atau Neta ya? :D Eh, sebenernya ada sih scene yang bikin lucu, kayak pas Neta kepergok mau ambil foto si bule dan meringkuk macam anak kucing. :D

Ending-nya kecepetan menyesuaikan dengan kecepatan kapal Ferry. Hihi... Keknya proses jatuh cintanya terlalu singkat, Kang. Coba dibuat berapa bulan gitu. Dan saya masih berharap Ayu bakal ketemu dengan Mark. :D Sayangnya nggak ya? Huhu... *pukpuk Ayu* Riset setting-nya keren. Pembaca jadi bisa belajar juga cara marketing tempat wisata kayak gimana. Trus, suspensenya dapet banget di bagian nunggu balasan pesan. Saling menunggu ternyata bikin keki. Hehe. Anyway, 4 bintang buat kisah Neta dan Mark! ^^


1 comment:

  1. asyiiik .. terima kasih ila atas review dan masukannya. jadi catatan banget nih. makasih sekali lagi ^_^

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^