Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

30 January 2015

[Resensi Buku] Naruto Vol. 42 – The Secret of Mangekyou


Judul : Naruto Vol. 42 – The Secret of Mangekyou
Pengarang : Masashi Kishimoto
Penerbit : Elex Media Komputindo
Terbit : 2008
ISBN : 978-979-27-3827-8

Di desa Konohagakune, Naruto yang sebelumnya pembuat onar di sekolah ninja, memulai kehidupan ninjanya bersama Sasuke dan Sakura. Naruto dan yang lain semakin berkembang melalui berbagai ujian dan pertarungan. Tapi, Sasuke yang tidak bisa menyerah terhadap balas dendamnya mencari kekuatan Orochimaru dan meninggalkan desa.

Dua tahun berlalu, Naruto telah menyelesaikan latihannya, dan kembali bergerak. Di tengah pertarungan sengit dengan Akatsuki yang bergerak secara rahasia dan mengincar Biju, Sasuke juga kembali berkhianat, merebut segalanya dari Orochimaru, membentuk tim inti dan mengejar Itachi. Dia bertarung sengit mengalahkan Deidara dan Tobi yang menyerangnya. Tapi, Tobi yang dianggap mati merupakan orang di balik layar yang menamakan dirinya Madara Itachi.

Di lain pihak, Jiraiya harus mengambil keputusan yang sulit saat menghadapi Pain, muridnya dulu. Dia memantapkan hati dan menyerang, tetapi wujud asli Pain yang dijuluki dewa adalah enam petarung yang memiliki Rinnegan. Jiraiya merasa salah satu di antara mereka mirip dengan Yahiko, mantan muridnya. Sementara itu, Sasuke akhirnya berhadapan dengan Itachi. Pertarungan besar antar  saudara sudah dimulai.

Itachi dan Sasuke saling bertarung demi menguak rahasia di balik Sharingan Mangekyou. Terdapat alasan sebenarnya untuk apa jurus pupil Klan Uchiha ini ada. Di bawah tatami ketujuh dari pojok kanan kuil itu ada tempat pertemuan rahasia klan.

Jika bisa membangkitkan kemampuan ini, berarti akan ada tiga orang pengendali Mangekyou Sharingan, termasuk Itachi. Tertulis rahasia sebenarnya itu. Laki-laki pertama yang membangkitkan mangekyou sharingan salah satu pendiri Konohagakure bernama Madara. Ketika Itachi mengatakan pada Sasuke bahwa Madara masih hidup, ia berkata :

“Semua orang hidup terikat dan bergantung pada pengetahuan atau persepsinya sendiri. Itu disebut kenyataan.”

Pertarungan pun terjadi. Ketika Sasuke membalik keadaan, mereka saling menyerang dengan Ninjutsu. Kalau sesama Genjutsu, tak akan ada kemajuan. Begitu Sasuke mematahkan Tsukuyomi, pertarungan Genjutsu tak ada artinya. Akhirnya Sasuke menggunakan Amaterasu. Amaterasu disebut sebagai api hitam yang takkan hilang sampai menghanguskan apa yang terpantul di mata itu. Mangekyo kanan punya serangan fisik kuat. Mangekyo kiri punya Genjutsu terkuat. Akankah pertarungan itu berakhir dengan imbang?

***
Naruto Vol. 42 ini terbitan lama, tahun 2008. Saat tahun lalu ada kabar bahwa Naruto berakhir, saya pikir memang sudah saatnya kartun ini selesai. Sama seperti Doraemon dan Inuyasha yang durasi terbitnya bertahun-tahun. Yang membedakan kartun ini dengan yang lain, saya tidak bisa mengikuti terlalu sering, jadi seringnya ketinggalan. Naruto memiliki banyak karakter tokoh, sekali bertarung bisa keroyokan. Heuheu. Meski sudah ada pengenalan karakter di halaman depan, tetap saja buat saya yang jarang mengikuti jadi bingung.

Ternyata, di komik volume ini, ada penjelasan bahwa kakak Sasuke yang bernama Itachi, yang sama-sama dari klan Uchiha saling menghabisi karena kekuatan Sharingan. Sharingan yang dimiliki keduanya berbeda kekuatan. Sasuke belum terlalu menguasai, dan Itachi levelnya lebih tinggi. Meski begitu ternyata Sharingan Sasuke digabung jurus Amaterasu bisa menghasilkan kekuatan yang luar biasa.

Rahasia Mangekyou ini membuat saya merinding. Karena katanya, bila seorang memiliki Sharingan, ia akan kehilangan cahaya. Sebagai gantinya, ia akan mencari cahaya dari mata yang lain, seperti yang dilakukan oleh Madara. Ia membunuh saudaranya demi mengambil mata yang bisa ia gunakan. Kekuatan itu menuntun pemiliknya pada kegelapan.

Yang bikin saya bingung itu... apa Pain adalah Naruto? Karena digambar di karakter nama Naruto dituliskan bernama Pain. Sedangkan Jiraiya bisa sampai tidak mengenali Pain. Apa karena Naruto versi kecil dengan besar sangat berbeda posturnya?

Secara cerita, seperti komik Naruto yang lain, volume 42. Ini lebih banyak adegan bertarungnya. Jadi saya harus baca edisi selanjutnya biar tahu ke mana cerita akan berlanjut. Yang pasti meski komiknya untuk remaja, tapi adegannya penuh kekerasan. Ya, serem aja gitu ngeliat cara berantemnya. >.< Overall, 3,5 bintang untuk komik ini.

Postingan ini diikutsertakan dalam Comic Reading Challenge

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^