Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

23 January 2015

[Resensi Buku] Nasihat Diri - Teddi Prasetya Yuliawan


Judul Buku : Nasihat Diri
Penulis : Teddi Prasetya Yuliawan
Penerbit : Metagraf (Imprint Tiga Serangkai)
Terbit : Agustus 2014
Tebal : 328 halaman
ISBN : 978-602-257-383-8
Bisa dibeli di Tiga Serangkai

Kebahagiaan sejatinya mesti menjadi tujuan, jauh melebihi kesuksesan semata.(hlm. 101)

Kehidupan layaknya sebuah perlombaan, menuju sebuah finish yang akan selalu dikejar. Baik diri sendiri ataupun orang lain, masing-masing memiliki kehidupan yang menjadikannya merasa ada. Kitalah yang memberi energi positif pada kehidupan kita sendiri. Dengan melihat diri melalui perenungan yang mendalam, diri bisa berkaca pada apa yang sudah kita kerjakan selama ini.

Nasihat, sebuah untaian kata yang terangkai indah dengan penuh penghayatan. Untaian kata yang tak hanya memancing gagasan dalam pemikiran, tetapi juga mampu menyusup ke dalam raga hingga menggetarkan jiwa. Dalam tulisan Mengenali kadar diri di hlm. 16, penulis menuliskan twit yang menjadi pembuka kisah : Kenalilah kadar dirimu dengan mengenali apa-apa yang menggelisahkanmu.”

Dalam Mengenali kadar diri, penulis mengajak kita untuk belajar memaknai perasaan gelisah sehingga menjadi sebuah energi yang bisa menggerakkan. “Sesuatu yang menggelisahkan adalah sesuatu yang mampu mengambil porsi cukup besar dalam pikiran hingga meresap dan menggugah perasaan. Sungguh tak mudah bagi sebuah perkara untuk menghadirkan rasa gelisah, sebab ia mesti berebut dengan jutaan informasi lain yang hadir di sekeliling.” (hlm. 16)

Apa saja yang kita kerjakan karena kegelisahan diwujudkan dalam  sebuah tindakan. Maka bergerak karena gelisah membuat kita berada pada titik waspada, sehingga tidak terlena di zona nyaman.

Dalam tulisan berjudul Kebaikan dengan Keimanan(hlm. 32), penulis menjelaskan makna twit : “Kebaikan tanpa iman, laksana buih di lautan. Ia bertebaran, tetapi tak hadirkan keselamatan.”

    Dalam Kebaikan dengan Keimanan, penulis mengorelasikan iman dengan kebaikan. Menganalogikan bahwa sebuah perlombaan hanya bisa dimenangi oleh orang yang mendaftar. Iman adalah syarat agar setiap kebaikan dihitung untuk menghadirkan keselamatan. “Iman ibarat pendaftaran pada sebuah perlombaan. Sehebat apa pun seorang pelari, tak bisa ia menjadi juara jika tak pernah mendaftar lomba. Pendaftaranlah yang jadikan setiap kehebatan layak untuk diperhitungkan. Semikianlah iman, ia lah penyebab setiap kebaikan menjadi diperhitungkan. Tanpanya, kebaikan hanyalah seperti buih di lautan, yang banyak namun jauh dari hadirkan keselamatan.”(hlm. 33)

      Dalam tulisan berjudul Pekerjaan bukan beban, ia kehormatan(hlm. 142), penulis menguraikan makna perihal twit ini : “Sadarilah, pekerjaan bukanlah beban, ia adalah kehormatan yang diberikan Tuhan kepadamu.”

Melalui pekerjaan, Tuhan menganugerahkan kehormatan karena sebuah makna yang dihadirkan lewat rasa nyaman. Sebab tabiat jiwa adalah mencari makna, sehingga rutinitas yang hampa makna, takkan sanggup menggairahkan jiwa. Saat itulah jiwa menjalankan amanah layaknya seorang yang terhormat melalui pekerjaan yang membuat seseorang menjadi lebih berharga.(hlm. 143)

#Nasihatdiri adalah buku yang ditulis oleh Teddi Prasetya Yuliawan, pakar NLP yang mampu memengaruhi pikiran melalui kekuatan bahasa. Ia mengikat makna yang bertebaran di sekelilingnya. Buku ini adalah tulisan yang diuraikan dari twit berhastag #nasihatdiri yang ditulis Teddi di akun twitternya. Kumpulan tulisannya ini dijadikan satu buku agar makna dari setiap twit #nasihatdiri mampu dipahami lebih jelas oleh orang karena pesannya lebih mengena dibandingkan bila dalam format 140 karakter.

Ada 121 artikel perenungan yang dijabarkan oleh penulis dengan beragam topik mulai dari hikmah, impian, ilmu, kepemimpinan, hingga ibadah. Menggunakan pendekatan yang lebih personal, penulis mengajak perubahan yang signifikan. Buku ini layak dijadikan bacaan disela waktu sibuk, sebagai bahan renungan untuk direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan yang disampaikan menggunakan bahasa elegan. Memberi esensi bahwa sejatinya setiap diri mampu menyelami hidup dari makna ke makna, dan melakukan perubahan sekecil apa pun dimulai dari mengenal diri sendiri.

Postingan ini diikutsertakan dalam 

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^