Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

7 January 2015

[Resensi Buku] Petualangan Tintin – 7 Bola Kristal


Judul : Petualangan Tintin – 7 Bola Kristal (Seri ke #13)
Pengarang : Herge
Penerbit : Gramedia
Terbit : Cetakan ke-6, Februari 2013
Tebal : 64 halm.
ISBN : 978-979-22-3811-2
Genre : Komik Eropa/Belgia

Ekspedisi Sanders – Hardmuth kembali ke Eropa setelah dua tahun. Perjalanan jauh dan lama di Peru dan Bolivia. Para peneliti telah merambah daerah yang belum dibuka dan menemukan banyak kuburan Inca. Salah satu kuburan itu berisi mumi utuh, mengenakan “borla”, mahkota emas bangsawan. Tulisan pada kuburan tersebut menyatakan itu mumi Inca Rascar Capac.

Tintin diajak oleh Kapten untuk masuk ke dalam panggung Music-Hall melihat pertunjukan sulap. Demi menunjukkan bahwa trik sulap itu bisa dipecahkan. Namun sayangnya kekacauan terjadi ketika Kapten tidak sadar ke mana sebenarnya pintu keluar, hingga ia menabrak properti panggung.

Dua hari kemudian terdengar berita di koran berjudul Petaka Ekspedisi Sanders – Hardmuth. Seorang yang Tintin temui di kereta berkata, “Para ahli Mesir itu meninggal dalam kondisi aneh setelah membuka kuburan Firaun. Hal yang sama akan menimpa orang-orang yang membuka kuburan Inca ini.”

Mungkin benar, sebab terdapat berita bahwa Sanders – Hardmuth dan Clairmont menjadi korban yang didapati polisi sedang tertidur. Satu di mejanya, yang lain di perpustakaannya. Para ilmuwan itu sepertinya koma atau tidur karena hipnotis. Pecahan kristal ditemukan di dekat kedua korban itu. Beberapa potongan kristal dibawa ke laboratorium markas polisi untuk diteliti.

Profesor Laubepin juga ditemukan tertidur di kamar mandinya. Mark Chalet mengatakan untuk memperingatkan Cantonneau, Hornet, dan Bergamotte agar tidak keluar rumah dan jauh-jauh dari jendela. Namun, ia sendiri justru diserang ketika taksinya berhenti saat lampu merah. Sopir baru menyadari ketika Tintin membukakan pintu taksi. Chalet sudah diserang dengan bola kristal yang sama. Pecahannya berhamburan di dekat kaki korban.

Hornet juga diserang ketika dua penjaganya membuka kotak yang ternyata isinya hanya kupu-kupu. Kaca jendela pecah lagi, dan pelakunya lari lewat hutan. Hanya tersisa Hippolyte, yang menyimpan mumi Inca itu. Menurutnya, Rascar Capac dikenal dengan julukan “dia-yang-melepaskan-api-langit”. Hippolyte juga meneliti dan menulis karya ilmiah tentang praktik sihir Peru kuno. Ia mengatakan,“Rasanya ada hubungannya, tapi belum tentu menyelesaikan masalah kita. Lihat ini... terjemahan sebagian tulisan yang diukir di makam Rascar Capac. Mungkin kau mau membacanya.”

Ini manuskrip Inca yang ia terjemahkan.

“Setelah banyak bulan, muncul 7 orang asing berwajah pucat, mereka akan menodai makam suci dia-yang-melepaskan-api-langit. Para penjahat ini akan membawa tubuh Inca ke negeri mereka yang jauh. Tapi kutukan dewa-dewa akan membayangi dan mengejar mereka ke mana pun.”

Teror terhadap para peneliti makin menjadi, ketujuh orang itu akhirnya harus dirawat oleh dokter dan disatukan dalam ruangan khusus. Sayangnya, Tintin kehilangan jejak penjahat yang meneror ketujuh peneliti itu. Lakmus bahkan menghilang tanpa jejak, sejak ia mengecek pendulumnya di halaman.

Tintin, Kapten dan Moli pun mengejar penjahat hingga ke pelabuhan, namun tak ada jejak. Jejak selalu menghilang setiap kali ia hampir menemukan kode untuk memecahkan siapa pelakunya. Hingga ada satu petunjuk yang membuatnya harus pergi ke Peru. Dapatkah Tintin menemukan kembali Lakmus yang menghilang?

***
Petualangan Tintin yang total serinya sampai 24 buku ini, awalnya saya kenal dari teman yang gemar kartun. Buku ini memang banyak dicari oleh penggemarnya, apalagi ada dua seri buku. Satu buku kecil, satu buku besar. Gramedia menerbitkan ulang dalam bentuk buku yang besar untuk tahun lalu.

Sebagai kartun asal Belgia, tokoh peneliti di seri Tintin menginterpretasikan kehidupan masyarakat Eropa yang gemar meneliti. Di seri ini pula saya tahu bahwa banyak adegan yang berhubungan dengan transportasi yang ada di Eropa, seperti kereta, taksi, maupun mobil.

Kalau kata adek yang sekilas baca buku ini, dia bilang, “Aku suka buku ini karena banyak gambar mobilnya, ga ngeliatin orangnya.” Haha. Buat saya ini kemajuan. Karena adek saya jarang baca buku. Melihat itu saya jadi tahu kenapa buku ini disukai anak-anak. Anak-anak suka dengan propertinya, seperti mobil , kapal, taksi, dan pesawat tadi. Bahkan di seri lain, ada cerita di mana Tintin memakai baju astronot.

Tokoh Tintin tidak begitu menonjol di buku ini, maksudnya sifatnya. Konsentrasi saya terpecah ketika melihat kapten dan peneliti lain. Suasana chaosnya beneran dapet. Banyak mobil lalu lalang di cerita ini. Belum nemu penjahatnya tahu-tahu situasi berubah. Saya harus mengamati lagi Tintin berpindah tempat. Well, saya baru baca seri ini saja, jadi belum begitu ngerti alur ceritanya selain yang saya jabarkan di atas. Overall, kartun ini menegangkan dan membuat saya ingin mengetahui kelanjutannya. 4 bintang dari saya. ;)


4 comments:

  1. Terimakasih sudah memulai challenge ini *dan merasa tersindir karena belum ada buat komik review*

    Reviewnya bagus dan membuat penasaran untuk membeli komik ini. Tetap semangat untuk membuat review komiknya ya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Mei. ^^ Semoga semangat selesaikan tantangan, hehe

      Delete
  2. Asyik ini, masih yang lebar ya. Saya cuma ada satu 3 in 1 (booksize), koleksi 'Flight 714' karena lokasinya di Indonesia, juga sekalian bahan tulisan. Tintin selalu seru. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo yang ini edisi buku yang lebih kecil, kak. :D Tintin selalu bikin penasaran, hehe

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^