Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

16 January 2015

[Resensi Buku] The Ultimate Book of Mind Maps - Tony Buzan


Judul : The Ultimate Book of Mind Maps
Penulis : Tony Buzan
Penerbit : Gramedia
Terbit : Cetakan kesepuluh, Februari 2012
Tebal : 225 halm.
ISBN : 978-979-22-2351-4


Tony Buzan telah mengubah hidup jutaan orang dengan mind map. Sistem pencatatan revolusioner yang sangat membantu kita dalam setiap area kehidupan. Buku ini menjelaskan cara kerja Mind Map secara komprehensif dan bagaimana kita dapat menggunakannya untuk mencapai potensi kita yang tertinggi.

Jutaan orang di seluruh dunia menggunakan mind map setiap hari untuk membantu mereka. Ada yang menggunakannya agar mereka bisa membuat perencanaan yang lebih baik atau menjadi pembicara yang lebih percaya diri, sementara ada juga yang menggunakan mind map untuk memecahkan masalah dalam skala yang lebih besar.(hlm. 22)

Buku ini akan membantu pembaca untuk :
  • Memunculkan ide-ide yang cemerlang
  • Menemukan jalan keluar yang cerdas untuk setiap masalah
  • Menciptakan lebih banyak waktu untuk diri sendiri
  • Menetapkan tujuan dan cara mencapainya
  • Memotivasi diri dan orang lain
  • Mengingat segala sesuatu yang kita inginkan bila kita menginginkannya. 

Cara menggunakan mind map tidak berfokus pada teks saja, melainkan menggunakan gabungan antara gambar, warna, cabang, garis hubung yang melengkung, dan kata kunci. Ketika sebuah kata kunci ditaruh di tengah kertas, kita menambahkan gambar agar otak lebih mudah mengingat pesan. Dari kata kunci itu kita membuat cabang yang dilengkungkan. Garis lengkung ini membuat otak tidak merasa pesan itu monoton. Garis lengkung dibuat menggunakan pen berwarna berbeda sehingga antara cabang satu dengan lainnya bisa dibedakan. Setelah itu tinggal memecah cabang berdasarkan apa yang ingin kita ketahui, biasanya bisa sampai menyebar menjadi empat anak cabang. 

Cara efisien menggunakan mind map adalah dengan cara TEFCAS  yaitu Trial, Event, Feedback, Check, Adjust, Success.(hlm. 71) Menurut metode TEFCAS, ketika ada suatu cabang dari mind map yang menghasilkan sesuatu yang kurang efisien, kita bisa mengeceknya, lalu mengganti dengan metode lain. Hasilnya akan sukses, karena kita berfokus pada akar masalahnya langsung, sehingga tidak perlu mengubah yang lain bisa hanya 1 cabang saja yang salah.

 Variasi penggunaan mind map bisa dipakai dalam rangka : belajar bahasa asing, menulis esai, networking dalam kehidupan sosial, usaha, rapat, menyusun anggaran, visi hidup, jadwal keluarga, akhir pekan yang romantis, belanja kado, maupun wawancara kerja,

Selain kegunaan yang disebutkan di atas, sebenarnya mind map juga bisa dipakai untuk  mengasah kreatifitas, meningkatkan daya ingatan, dan mengurai imajinasi. Mind map bisa digunakan oleh penulis untuk mengurai apa saja turunan masalah dari tema yang diambil.

Produktivitas kreatif digunakan oleh para genius yang sebagian besar adalah tokoh dunia. Bagaimana mereka bisa membuat ribuan penemuan namun tetap berkualitas. Ini karena kelancaran dalam pemikiran kreatif mengacu pada jumlah ide yang bisa kita ciptakan dan kecepatan menciptakannya. Kelancaran adalah salah satu tujuan utama dari semua pemikir kreatif dan semua genius besar. (hlm. 117)

Misalnya Mozart yang dalam masa hidupnya menulis lebih dari 600 karya musik jenius, termasuk 40 simfoni lengkap. Atau Thomas Alva Edison yang mendaftarkan 1093 hak paten orisinal, yang masuk merupakan rekor dunia untuk jumlah paten terbanyak yang didaftarkan oleh satu orang. Ia juga menyelesaikan 350 buku catatan tentang karya dan idenya.(hlm. 118)

Inti dari semua itu adalah ketika kita menggunakan aliran ide dari otak ini, menggunakannya dalam menghasilkan sesuatu. Ketika jumlah ide meningkat, kualitasnya pun juga meningkat. Karena otak semakin terasah dengan sendirinya.

Oiya, otak perlu beristirahat 5 menit setiap belajar selama 45 menit. Tidur dapat bermanfaat untuk menyimpan memori dalam jangka waktu lebih lama. Jadi bila ingin mengingat sesuatu dengan lebih baik, kita bisa melakukan pengulangan sebelum tidur. Otak akan merespon informasi sehingga informasi tersebut mengendap di dalam otak. Bila suatu saat dibutuhkan, otak akan dengan mudah memanggil ingatan kita kembali. 

Postingan ini diikutsertakan dalam 

1 comment:

  1. saya belum baca buku ini, padahal sudah ada di rak haha. *dasar*
    tapi saya suka pake metode mind map ini. dari sejak SMA pake mind map gitu lebih gampang mengingat hal-hal penting atau yang sedang kita hafal. kalo ga salah ada juga buku Mind Map untuk remaja dan anak-anak deh. penulisnya sama. tapi saya lupa judul persisnya.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^