Quote of The Day

“The power of dream makes everything possible to reach” (inspired by Honda Motto)

23 January 2015

[Resensi Buku] Yamaniwa


Judul : Yamaniwa
Pengarang : Netty Virgiantini
Penerbit : Gramedia
Tebal: 224 halaman
Terbit: November 2013
ISBN: 978-602-03-0017-7


“Perselingkuhan tidak perlu alasan dan tidak termaafkan!”

Niwa dan Era bersahabat karib sejak SMK. Pacar Era bernama Agas mengenalkan Niwa pada Yama, lelaki pemalu bertubuh jangkung. Niwa yang mungil sering terlihat tidak sebanding dengan Yama. Kesalahan terbesar Niwa, bermain api saat Yama sedang di luar kota, Niwa menduakan Yama dengan seorang mahasiswa yang mengajar di sekolahnya.

Niwa tidak menyangka pengkhianatannya pada Yama, kekasih di masa lalu, harus ditebus dengan sangat mahal: hubungan cinta yang selalu kandas di tengah jalan. Dalam sepuluh tahun, sudah lima laki-laki meninggalkannya. Bahkan menurut Era, ia bakal patah hati 995 kali lagi! Ledekan konyol itu dibuat Era mengingat cerita cinta Niwa mirip Ti Pat Kay yang sering sial karena cinta, dan harus mengarungi seribu kisah cinta mengenaskan.

Di tengah kesibukannya membangun bisnis modiste, Niwa mendapat kejutan. Niwa menyadari sesungguhnya ia masih sangat mencintai Yama. Tapi, saat ia ingat kesalahan yang dibuatnya, Niwa menjadi ciut nyali untuk meminta maaf pada Yama. Era meminta Niwa meminta maaf pada Yama. Alasannya agar kesialan cinta yang dialami Niwa tidak terus-menerus terjadi.

Namun, saat Niwa ingin minta maaf, tepat saat itulah, pria itu muncul dan meminta Niwa membuatkan kebaya pengantin untuk calon istrinya. Niwa menganggap ini karma yang masih harus dibayar Niwa. Tapi kadang ia beranggapan mungkin saja Yama ingin melakukan pembalasan atas sakit hatinya dulu.

Jika memang ada karma cinta, Niwa ingin membayar semua dosa masa lalunya pada Yama, agar ia bisa segera move on dari pria itu. Tapi jika ini pembalasan, Niwa akan menyelesaikan apa yang tertunda di masa lalu. Demi kehidupan tenang yang ia idamkan, tanpa bayang-bayang karma lagi.

***

Yamaniwa menyuguhkan drama percintaan ala Amore yang membuat pembacanya serasa ditembak cupid. Asam manis cinta Yama dan Niwa terasa kental. Meski awalnya saya menebak kisah cinta Niwa bakal lebih panjang dari ini, ternyata saya salah. Lima kekasih Niwa hanya dijelaskan secara singkat di satu dialog, hanya kekasih Niwa yang mahasiswa yang diceritakan detail, selain kisah Niwa dengan Yama.

Setelah sepuluh tahun yang terlihat singkat, karena seperti yang saya bilang tadi, tahu-tahu Niwa cerita bahwa ia mengalami kesialan cinta. Sepuluh tahun tanpa menemukan orang yang cocok dengannya. Jadi pembaca memang digiring untuk fokus pada kisah cinta Niwa yang pertama dan kedua saja. Lalu setelah itu, kedatangan Yama yang terlalu too good to be true, membuat kisah berlanjut. Drama yang dibuat Yama demi membuat perasaannya netral kembali, bikin Niwa panas dingin. Apalagi harus berinteraksi dengan mantan yang akan menikah, padahal ia masih merasa cinta.

Setelah sampai di tengah bagian, saya sudah menebak ke mana arah si penulis membuat ending, tapi ternyata ada kejutan di bagian Era. Di mana quote  di awal postingan saya ini ternyata diambil dari obrolan Era dan Niwa. Era yang diselingkuhi harus mulai membenahi diri, memulai lagi hidupnya dari awal. Huwaa, di bagian ini saya nggak nyangka aja. Agas gitu lho! Kok bisaa selingkuhh?! *menatap Agas nanar*

Kisah cinta yang mengambil setting di Semarang, membuat saya serasa nostalgia. Penulis seolah mengajak pembaca untuk melebur ke dalam cerita, mengikuti kisah pada tokoh untuk berjalan-jalan di seputar kota Semarang. Ya, meski settingnya memang kebanyakan di toko kain dan mall. :D

Yang bikin gregetan pas Sisil, Era dan Niwa saling curhat tentang kehidupan masing-masing. Kadang celetukan ketiga sahabat itu membuat suasana haru yang ada di bab sebelumnya lumer seketika, berganti dengan tawa. Tapi abis itu ganti bab mewek lagi. *lhahh?* :D Soalnya mba Netty seakan bisa membuat pembaca merasakan perasaan Niwa yang campur aduk mulai dari; sedih, kesal, marah, cemburu, malu, sampai capek. Ikutan capek muter-muterin nyari kain buat kebaya. xD Dialognya padat dan filmis, kalo dibikin film pasti keren deh. Seperti dalam dialog ini :

“Kadang... tanpa disadari, orang pertama yang kita cintai akan menunjukkan seperti apa tipe yang kita sukai. Apakah salah kalau aku cenderung menyukai perempuan bertubuh mungil sepertimu, setelah kamu meninggalkanku?”(hlm. 163)

Overall, 4 bintang untuk Amore ini.

2 comments:

  1. Ila, koleksi bukunya banya bangeeett.... belum pernah baca karya Netty Virgiantini nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak banyak kok, Bun. Kalo yang Amore gini biasanya aku minjem di perpus, hehe :D

      Delete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^