8 December 2021

[Resensi Buku] Semesta Sebelum Dunia - Fahd Djibran

 



Judul : Semesta Sebelum Dunia

Pengarang : Fahd Djibran

Penerbit : Noura Books

Terbit : 2013

Tebal : 241 halaman

Genre : novel (domestic drama)

ISBN : 978-602-9498-94-3

Rating : 4/5 ⭐


❤️❤️❤️



Sinopsis Buku : 


Seluruh kisah dalam buku ini pada mulanya adalah rahasia. Namun kini sudah tiba saatnya untuk membiarkan semuanya terbuka sebab bukan hanya aku yang perlu tahu, kita semua perlu tahu.


Barangkali, cerita yang terdapat dalam buku ini memang -tentang perasaan kita masing-masing-nasib dan hidup kita masing-masing Pada saatnya, akan kuperkenalkan kamu pada Dakka. Dan Dakka akan memperkenalkanmu pada teman-temannya, Mahavatara, Raja Semesta, bahkan dirimu sendiri.


Bersiaplah untuk memasuki semesta sebelum kamu hidup di dunia.


❤️❤️❤️


"Novel ini, memberikan nuansa makna yang berbeda mengenai tempat sebuah kehidupan dimulai. Sarat akan makna kehidupan. Setiap individu diharapkan setelah membaca buku ini akan mensyukuri keberadaannya serta mensyukuri kehidupan yang dititipkan dalam wujud anak kepada mereka."


-Truly Rudiono, Goodreads Indonesia


"Idenya dahsyat... Menyaksikan, mendengarkan, dari sudut pandang si bayi memang menjanjikan pengalaman spiritual yang bisa jadi pengalaman luar biasa bagi pembaca..."


-Suhindrati Shinta, Editor Laskar Pelangi


❤️❤️❤️


Resensi Buku : 


Pernahkah kau bertanya bagaimana kehidupan di alam rahim sebelum kau terlahir ke dunia? 

Alam rahim berbeda dari dunia kita saat ini. Rahim memiliki suatu hal yang tidak bisa kita ketahui karena sifatnya yang sangat rahasia. 

Sepasang suami istri  akan merasakan kebahagiaan, kegelisahan, excited, bahkan berbagai rasa yang sulit diungkapkan dengan kata-kata saat menanti kelahiran sang bayi.

Selalu ada cerita yang menyertai janin yang tumbuh di dalam rahim seorang perempuan. Rahim, dari sedikit sekali uraian ilmiah tentangnya, sesungguhnya adalah sebuah misteri yang amat besar. Semesta yang seolah-olah memiliki kehidupannya sendiri.

Layaknya sebuah dunia yang memungkinkan sebuah kehidupan berjalan sebagaimana mestinya, rahim memiliki hampir semuanya.

Sebuah sistem dan mekanisme yang entah bagaimana disusun dan dirancang sedemikian rupa sehingga seorang bayi bisa tumbuh dan "hidup" di sana-dari sel telur yang dibuahi sperma, menjadi segumpal darah, menjadi janin, menjadi bayi yang memiliki seluruh kelengkapan yang dipersyaratkan "hidup”: napas, detak jantung, gerak, aliran darah, metabolisme, pertumbuhan, semuanya.

Ya, begitu memang, segalanya selalu bermula dari sebuah cerita. Begitu juga dengan rahim dalam perut seorang perempuan dan bayi yang bertumbuh di sana-selalu ada cerita yang menyertainya.

Dalam Novel Semesta Sebelum Dunia, penulis mengisahkan tentang dongeng alam rahim yang dimulai dari kehadiran Dakka. Dakka menjadi pov dalam cerita ini. Terutama karena ia berperan sebagai seorang pembawa berita dari alam rahim. 

Alam rahim hadir dalam wujud yang sangat misterius. Tak bisa sembarang orang tahu apa saja kejadian yang ada di dalamnya, termasuk hal-hal yang dialami oleh sang janin sebelum ia terlahir ke dunia 


❤️❤️❤️



"Apakah semua orang benar-benar tahu ke mana mereka pergi?"

"Ya, ya, memang tidak semua orang benar-benar tahu ke mana mereka pergi. Tapi, jangan jadi bagian dari 'semua orang', jadilah dirimu sendiri. Tentukanlah ke mana kau ingin pergi."

"Meski perjalanannya tak menyenangkan seperti yang kualami tadi?"

"Menempuh sebuah perjalanan untuk mencapai tujuan tertentu yang benar-benar ingin segera kau capai tak pernah terasa menyenangkan, Tuan Bayi yang Botak! Perjalanan itu akan benar-benar terasa lama dan membosankan. Tapi itulah tantangannya.

Itu akan terasa berbeda saat kau pulang. Bukankah saat kau memutar balik arahmu tadi semuanya terasa lebih cepat-lebih dekat? Itu sama dengan ketika kau ingin pergi ke suatu tempat yang belum pernah kau tuju, menempuh perjalanan pertama untuk mencapainya selalu jauh lebih lama dibanding ketika kau kembali ke tempat di mana kau bermula.”



❤️❤️❤️



"Memangnya kenapa kalau aku tidur saja sambil menunggu waktu kelahiran?"

"Itu sangat memalukan! Saat bayi-bayi lain bekerja keras untuk mengerti dan memahami banyak hal-mengisi waktu mereka dengan pengalaman-pengalaman berharga, hanya bayi bodoh yang menghabiskan waktunya hanya untuk tidur, melamun, atau menendang-nendang ibunya!" 

"Baiklah. maafkan aku. Aku janji tidak akan begitu lagi."

"Ya, baguslah. Setiap kali sel dalam tubuhmu tumbuh seiring berjalannya waktu, jangan biarkan hati dan pikiranmu kosong. Kecuali kau hanya ingin tumbuh menjadi seseorang yang tanpa isi'. Seseorang yang hanya tahu makan, minum, tidur, dan bersenang-senang, sementara waktu terus berkurang dan ia tidak bertambah pandai atau bertambah bijak, ia adalah seseorang yang sama sekali tidak menghargai pemberian Raja Semesta. Kita tidak diciptakan hanya untuk makan, tidur, dan bersenang-senang, kan?"



❤️❤️❤️


Buku Semesta Sebelum Dunia ini berkisah tentang apa yang terjadi pada alam rahim. Dikisahkan oleh lelaki bernama Dakka Madakka dari kota Ura. 

Dakka berkisah tentang tentang krisis yang terjadi di Alam Rahim, dan memulai pembicaraan tentang seluruh proses kejadian bayi di rahim suci ibumu. 

Lalu, ada beberapa tokoh yang datang dan pergi dalam hidup sang calon bayi. Para tokoh itu memberi pemahaman yang berbeda tentang banyak hal. 

Tokoh-tokoh itu antara lain : Kucing yang Bisa Berbicara, Ikan Mas yang Bekerja Sebagai Koki, Amadeus, Aynu Si Gadis Buta Penunjuk Jalan, Profesor Waktu, Nenek Olav, atau Mahavatara. 





Sang janin belajar banyak kebijaksanaan dari para tokoh yang bertemu dengannya. Mulai dari belajar tentang apa saja yang harus dilakukan selama di rahim.

Dari tokoh kucing yang Bisa Bicara, sang janin belajar tentang berjalan terus tanpa melihat ke belakang. Filosofi ini bisa digunakan oleh manusia sejak mereka terlahir ke dunia. Apalagi jika manusia terlalu banyak melihat ke belakang hingga tidak fokus ada masa depan. Padahal masa depan jauh lebih penting dari masa lalu. 

Yang terpenting seperti kata sang kucing, 

"Berjalanlah terus tanpa berpikir mundur. Lakukan tanpa putus asa." (Hlm. 71)

Lalu ada lagi tokoh ikan yang jadi Tuan Koki. Ia berkisah tentang bagaimana persepsi sangat penting dalam kehidupan manusia. Tapi bisa juga menghancurkan. Seperti saat sang bayi botak makan Paralea. Makanan ini jika dimakan terus menerus akan membuat kenyang hingga yang awalnya sangat enak menjadi tidak enak. 

Well ya... Bukan karena makanannya tidak enak yaa, tapi karena terlalu banyak menelan makanan.  Begitu juga manusia. Jangan sampai terlalu rakus di dunia hingga mengabaikan rasa cukup.
 

"Aku yakinkan pada kalian dia seorang lelaki yang sopan dan penuh pengetahuan. Berbincang-bincanglah dengannya, dan kalian akan tahu banyak hal."


Ada banyak kebaikan yang diajarkan dalam rahim sebelum bayi dilahirkan. Selama 9 bulan, bayi dan ibu saling berbagi kehidupan. Bayi menyerap saripati kehidupan dari plasenta dalam rahim ibu. Itu sebabnya, kedudukan ibu sangat istimewa di dunia. 

Selama manusia menjaga ibu mereka di dunia, menghormati dan menghargai, maka kehidupan mereka akan direstui Raja Semesta. 

Begitu pun sebaliknya, jika menyakiti hati ibu, maka semesta akan membalas apa yang dilakukan sang anak pada ibunya. Kehidupannya akan sangat sulit bahkan bisa dibilang ia mendapat kutukan dari malaikat dan kemurkaan Raja Semesta. 

Jadi, sudahkah kamu menghormati ibumu? 


Overall, gaya bercerita novel Semesta Sebelum Dunia sangat unik karena menampilkan sisi lain alam rahim. Diksinya bagus dan halus, bahkan karakter tokohnya serasa benar-benar ada. Padahal kisah di buku ini adalah dongeng yang diciptakan penulis. 


Nah, buat yang penasaran kisahnya, selamat membaca ya! 😉


❤️❤️❤️



Quotes Favorit : 


"Jangan berfokus pada tempat kau berangkat, berfokuslah pada tempat yang akan kau tuju." (Hlm 72)

"Memberi adalah mendapatkan lebih."(hlm 74)

"Kau tak perlu mengerti dulu untuk bisa merasakan sesuatu. Kau hanya perlu merasakannya. Itu cukup. Kau hanya perlu mengalaminya. Kadang, untuk beberapa hal, kita memang tak perlu mengerti terlebih dahulu." (Hlm 83)

"Waktu itu penting. Jangan buang-buang waktu. Tanpa waktu tak akan ada kehidupan." (hlm. 130)


❤️❤️❤️



No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^