13 Desember 2021

[Review Komik] Cute Glasses Boys Vol. 4 - Shin Kawamaru

 

Komik jepang

Judul buku : Cute Glasses Boys Vol. 4

Pengarang : Shin Kawamaru

Penerbit : m&c!

Terbit : 2017

Genre : komik (21+)

ISBN : 978-602-4283612

Rating : 4/5 ⭐

Beli komik di Gramedia.com


❤️❤️❤️


Sinopsis Buku : 


Sisi lain dari cowok-cowok berkacamata yang membuatmu penasaran. Cowok populer, cowok yang baru berkacamata, muncul menggetarkan! 


❤️❤️❤️


Resensi Buku : 


Ada 6 cowok yang menggunakan kacamata dalam komik ini. Yang pertama instruktur sekolah mengemudi yang percaya diri dan bisa diandalkan. Yang kedua, Manager accounting yang merupakan atasan galak dan pecinta anjing. Ada juga, Manajer Personalia yang merupakan duda beranak yang suka mencampuri urusan orang. Yang keempat, ada karyawan toko buku yang pintar dan kalem. Yang kelima, ada koki populer yang sangat antusias. Dan cowok keenam, adalah supir bus yang tulus dan polos


Dalam komik Cute Glasses Boys Volume 4 penulis mengisahkan tentang berbagai cowok berkacamata yang sangat membuat hati berdebar karena pesonanya yang menawan. 


Awalnya saya kira kisahnya bakal seru, tapi ada boringnya juga sih. Soalnya tipikal komik Jepang ternyata sama saja kalau bahas urusan cinta cowok cewek. Misal : cewek Jepang dikenal imut, lucu, agresif, dan terlalu polos, sedangkan cowok Jepang terkenal cool kayak kulkas dan susah didekati saking dinginnya. Hahaha 😂


Keduanya kalau disatukan tuh malah jadi menyebalkan sih, soalnya satunya terlalu polos, satunya tarik ulur nggak jelas. Jadinya ya gitu deh. Kalau udah ada rasa suka, akhirnya jadi agresif. Sampai akhirnya ada pernyataan suka dari salah satunya. 😅


Anyway, ada beberapa kisah yang kusuka dari komik ini. Salah satunya adalah tentang cowok yang bernama Higashibara yang merupakan manager accounting di kantor. Dia disukai oleh teman kantornya bernama Shima Kamota. 


Jadi, Higa ngajakin Shima menginap di rumahnya karena ia harus keluar kota. Di rumahnya ada Yuri, anjing yang susah didekati oleh orang lain. Tapi sama Shima anehnya nurut aja lho. Kan aneh ya? Kok bisa sama orang asing mau aja. 


Jadi karena Shima ga ada kerjaan juga, Higa nawarin Shima menginap sampai dia pulang dinas. Di rumahnya udah disediain segala macam makanan anjing dan pritilan buat anjing. Jadi nggak usah khawatir deh.


Yang bikin ngakak waktu Shima nggak sengaja ketemu dengan mantan Higa di jalan. Eh, anjingnya ngenalin mantannya, soalnya mantannya ini dulu yang ngasih anjing itu sebagai hadiah. 


Eh, trus… Shima berpikiran kalo cowo yang disukainya belum move on karena anjingnya bikin keingetan sama mantan. Wkwk. Yang lebih lucu lagi katanya, 


"Bukan karena ada Yuri makanya Pak Higashibara tidak punya pacar. Tapi karena dia tak bisa melupakan mantannya?"


Padahal sebenarnya… anjing itu jadi hadiah karena dia nggak mau merawatnya lagi. Ajib banget dah, dikasiin sebagai hadiah gitu aja. 😐


Untungnya kisah cintanya berjalan lancar setelah itu, soalnya Shima ngaku suka sama pak Higa dan bilang kalo nggak masalah dia harus nunggu sampai Higa suka sama dia. Lol. Asli, serem amat ya kalo agresif gini. Hahaha


Yang aku suka lagi ada kisah tentang cowok di toko buku. Jadi dia itu sok cool dan nggak mau didekati cewek manapun. Dia rajin dan pintar, bahkan kayak katalog berjalan saking apal dengan judul buku yang dicari pembeli. 


Suatu hari, ada karyawan lain yang suka sama dia, tapi dia nggak mau suka cewe itu. Soalnya, dia sebal dengan kakak perempuannya. Jadi dia selalu menganggap semua cewe sama menyebalkan. Biar dia nggak suka sama cewe, dia milih make kacamata yang tebal, biar nggak bisa lihat pesona cewe-cewe yang berusaha deketin dia. Haha


Suatu hari, ada karyawan lain bernama Yuka Kodama yang naksir dia, tapi ditolak dong. Tapi dia sambil curhat soal kakaknya yang nyebelin itu. 


Pas kakaknya ke toko buku, eh dikira ada cewek naksir dia. 


"Kasih tahu nomor ponselmu dong."

"Tolong lepaskan."


Eh, si Yuka malah ngaku pacarnya. Wkwk. Sampai akhirnya kakaknya pergi dari toko.


Habis dia pergi baru deh ngaku kalau itu kakaknya. 🤣


Lha gimana dong udah terlanjur bilang pacarnya, khawatir salah paham kan? Mau diluruskan, padahal aslinya emang ngaku suka. Jadilah kedua orang itu saling ngaku suka. 


"Maksudmu ingin berpacaran denganku?"

"Iya. Boleh saja."

"Aku tidak suka perempuan. Tapi kalau kamu, tidak masalah."



Eh si Yuka malah ngomel. Wkwk


"Lihatlah aku baik-baik. Aku tidak akan berpacaran dengan orang yang tidak menyukaiku. Kamu suka aku, tidak?"

"Sudah kubilang, kan. Suka."


Btw, ku pernah dengar kalau di Jepang orang membedakan istilah suka, cinta, sayang untuk level rasa cinta mereka. Jadi kalau sekadar naksir atau baru pacaran biasanya masih pakai kata suka. Belum cinta, apalagi sayang. Jadi level kedekatannya kasih sebatas ya suka doang. Belum yang cinta banget. 


Tapi uniknya, di Jepang ada tradisi kirim coklat di hari valentine, trus dibalesnya di White Day bulan Maret. Nunggunya sebulan dong. Haha. Padahal kan kayak gitu kelamaan juga, lagian Valentine Day hanya untuk nunjukin kasih sayang, kenapa harus nunggu Februari. Kelamaan lah ya. 😛


Anyway, kisah terakhir bikin aku suka banget dengan cerita ini. Sebenarnya ada kisah lainnya karena cowoknya ada 6. Tapi aku ceritain 3 aja ya. 


Yang cowok ketiga ini seorang koki yang mahir. Dia ngajarin seorang cewe, murid les masaknya biar pintar. Soalnya lemot banget ni anak, maklum selama ini dimasakin sama pelayan, soalnya anak orang kaya. Diajarin masak nggak bisa-bisa. Sampai akhirnya ditawari ikut les privat. 😆


Dikiranya les privat bakalan bisa masak, tapi ternyata skill masaknya ya sama ajaaa. Wew! 😂 


Gara-gara itu, dia malah bilang, udah nggak usah masak. Biar aku aja yang masakin. Uhuyy. So sweet amat mas koki inii~ 🤣


"Mulai saat ini dan seterusnya, aku saja yang memasak."

"Lalu tugasku?"

"Kamu cukup berkomentar 'enak' dan tersenyum saja."

"Itu saja?"

"Dengan begitu, aku tidak perlu khawatir kamu terluka atau terbakar."


Wekeke. So sweet sih, tapi buat yang nggak suka pasti dibilang alay yaaa. 🤣


Oiya, kisah dalam komik ini memang kebanyakan bahas pesona cowok berkacamata. Jadi, di akhir komik dibahas juga tentang kenapa cowok itu memilih kacamata yang dipakainya. 


Aku malah jadi penasaran seberapa mahal kacamata di Jepang. Soalnya ada tokoh di komik ini yang bela-belain ngirit demi bisa beli kacamata mahal yang terlihat elegan dan prestisius. Ya, bener sih soalnya pekerjaannya sebagai instruktur stir mobil yang notabene rata-rata berinteraksi dengan calon murid yang kaya raya. 


Fyi, di Jepang, hanya orang kaya yang bisa beli mobil. Soalnya bukan hanya mobilnya yang mahal, tapi bayar parkir mobil per jamnya juga mahal banget. 


Bahkan, kalau mau dapetin SIM mobil di Jepang harus berusaha keras soalnya sekalinya gagal bayarnya angus. Huhu. 


Kalau nyoba ujian menyetir lagi ya berarti bayar lagi. Sekalinya bayar SIM buat mobil di Jepang itu kisarannya bisa sampai 40-50 jt rupiah. 


Nah, di endingnya, penulis komik ini juga bahas tentang ide komik yang dibuatnya. Kenapa dia menulis ending yang sangat wow soal kantor IT yang terbakar. Ternyata berhubungan dengan pengalamannya saat bekerja. 


Dulu pernah kantornya kebakaran di lantai paling atas. Untung aja nggak menjalar ke lantai lain karena pintunya tertutup. Tapi, dia dan teman-temannya jadi nggak punya kantor, sampai harus mengungsi di ruang rapat. Huhu. Sedih amat ya


Overall, komik ini bagus sih, cuma agak boring aja karena ide cerita pacaran dengan cowok cool itu keknya udah biasa ya di komik-komik Jepang. Hehe. Tapi lucu juga lihat cowok Jepang keki gitu kalau ketahuan sebenernya suka sama orang yang dia kenal. Suka pura-pura jaim. Hahaha 🤣


Kalau kamu gimana? Pernah baca komik Jepang dengan tema cewek jatuh cinta dengan cowok berkacamata yang damagenya luar biasa? Share dong kesanmu di komentar. 😉


❤️❤️❤️


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^