4 December 2021

[Resensi Buku] Seni Melipat Luka - Chacha Thaib




Judul Buku : Seni Melipat Luka

Penulis : Chacha Thaib

Penerbit : Elex Media Komputindo

Terbit : Edisi Digital, 2021

Tebal : 96 halaman

ISBN : 978-623-00-2901-1

Harga : Rp 84.000

Rating : 3,5/5 ⭐

Genre : buku kumpulan puisi

Baca ebook di Gramedia Digital


❤️❤️❤️


Resensi Buku : 


Beberapa pekan terakhir ini, rasanya badanku tidak sedang baik-baik saja. Lebih cepat lelah, makin banyak keluhan, dan juga banyak pikiran yang berantakan masuk ke dalam bawah sadarku dalam bentuk mimpi-mimpi absurd. 


Tiap kali kurasakan kegelisahan, aku jadi lebih banyak membaca buku tanpa target. Ya, sekadar baca saja. Nggak harus yang bermakna pula. Hanya baca sekilas... Dan buku yang kubaca ini memenuhi kebutuhanku akan hal itu. 


Bisa dibilang, buku kumpulan puisi berjudul Seni Melipat Luka adalah cara penulis untuk lebih ikhlas dalam menjalani kehidupan. Dan sebagai pembacanya, aku merasa dipeluk oleh penulis. Serasa punya teman bercerita tanpa perlu merasakan kesedihan itu sendiri


Setiap luka pasti punya bekas dalam hidup seseorang. Baik luka yang disadari atau justru denial. Ya... luka akan selalu ada dalam setiap hidup manusia.


Beberapa bulan ini aku kehilangan 4 kucing kesayanganku, salah satunya adalah seekor kucing yang sudah menemaniku selama 3 tahun. 


Kukira saat kesedihan datang, tak perlu diumbar dan dirasakan. Aku lebih sering membiarkannya begitu saja. Ternyata saat tiba-tiba teringat tentangnya, aku merasakan sesak dan kehilangan yang dalam. 



"Katanya hidup adalah bagian dari potongan-potongan adegan yang tidak kita inginkan untuk terjadi. 

Katanya juga semua itu bagian dari proses yang harus dijalani. 

Katanya walau ditempa apa pun pada akhirnya kita akan semakin kuat dan baik-baik saja. 

Baik-baik saja menurut siapa?

....

Hidup, pada akhirnya tidak ada yang benar-benar tahu. 

Bisa bertahan pun akhirnya cukup."


Dalam buku Seni Melipat Luka ini memang Chacha Thaib lebih banyak berkisah tentang luka akibat patah hati. Tapi kurasa beberapa potongan bait puisinya masih bisa related dengan banyak hal dalam hidup kita. Tak harus tentang patah hati karena seseorang, bisa juga karena lain hal.


❤️❤️❤️


"Ada kesunyian mengalir deras tiap kali mengenang lampu-lampu jalan yang kita lewati di malam yang tak kukira akan jadi terakhir kali.

Karena sang lelah akhirnya tepat pada waktunya, lalu aku mengucap pisah

Sebab ingin kurawat kau sampai akhir hayat, namun kita berbeda arah langkah. " (Hlm. 79)


❤️❤️❤️

 

"Kalau akhirnya kau sampai pada halaman terakhir, ketahuilah bersama siapapun aku sekarang: ini semua tetap untukmu dan kau akan mendengar aku berteriak "kembalilah". (Hlm. 95)


Buku kumpulan puisi ini berkisah tentang seseorang yang terluka karena putus cinta. Tak mudah untuk bangkit lagi, karena sesekali kenangan itu masih datang perlahan. 


"Kita semestinya bukan yang kuangankan sendirian, kita adalah senyata-nyatanya keangkuhan yang dihapus Tuhan dari garis lahir yang tak sanggup berbenah bertahan hidup, sisa-sisa kesia-siaan." (Hlm  18)



 

 

"Aku pernah menebak bagaimana kita akan berakhir.  

Ada hal buruk yang akan mampir.  

Tapi mana berani aku menduga kita akan lebih sebentar dari musim-musim yang bergantian. 

Bahkan cinta belum sempat tumbuh dengan sempurna. 

Harusnya kita sepakat bahwa cinta adalah perihal merawat bukan sekadar mendapat. 

Tapi sudahlah, mari kita merayakan patah di hati masing-masing. 

Dengan cara yang paling kita kenal; berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. 

(Hlm. 29)"

 

Ya, patah hati memang melelahkan. Di fase awal biasanya kita merasakan denial, bahwa perasaan patah hati itu hanyalah sejenak. Tapi nyatanya tidak semudah itu untuk terlihat baik-baik saja. Kisah patah hati lebih sering berakhir dengan hati berantakan dan pikiran yang sangat ruwet. Kau pernah merasakannya? 


❤️❤️❤️





Bagi kamu yang sedang patah hati dan tertarik membaca buku kumpulan puisi dari Chacha Thaib ini, rasanya kamu akan cocok dengan isi bukunya. Buku ini akan memberikan pemahaman baru tentang rasa cinta, yang meski singgah sejenak perlu disyukuri kehadirannya, agar kita bisa melepasnya dengan ikhlas. Tanpa rasa sakit lagi yang bisa membuat hati kita sedih saat esok mengingatnya kembali. 


Oh iya, bakal ada book launchingnya hari ini di ig live @elexmedia dan @chachathaib pukul 19.00-20.00. Jadi, silahkan ditonton ya! 😉


Overall, bukunya bagus hanya saking tipisnya jadi ya cepet banget slesenya. Rating : 3,5/5 bintang untuk buku Seni Melipat Luka ini. 


Kalau kamu gimana? Udah baca buku ini? Atau lagi patah hati? Sini cerita deh~ 


❤️❤️❤️

1 comment:

  1. Jujurnya aku ga terlalu masuk dengan buku puisi mba. Suka susah mencerna apa sbnrnya maksud penulis. Tapi baca beberapa penggalan puisi di atas, aku bisa nangkep maksudnya sih. Puisi yg begitu yg aku suka 😄. Maksudnya ga susah utk dipahami.

    Tapi kalo buku begini, aku prefer baca resensi dari temen daripada beli bukunya. Karena ya itu tadi, bukan genre buku favoritku.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^