30 December 2021

[Resensi Buku] Stories From The Heart by Clara Ng - Kumpulan Dongeng Anak yang Menghangatkan Hati


Judul Buku :  Stories Form The Heart

Pengarang : Clara Ng

Penerbit : Gramedia

Terbit : 2015

Tebal : 180 halaman

ISBN : 978-602-0304465

Rating : 4/5 ⭐


Baca ebook di aplikasi Gramedia Digital


🌼🌼🌼



Sinopsis Buku : 


Tujuh cerita lucu dan menggemaskan dengan gambar-gambar penuh warna dan ceria membawa si kecil terbang menuju dunia imajinasi dan fantasi. 


Ada kisah Pascal si Singa yang mencoba gaya rambut baru, Benji si Singa Laut yang sakit gigi, hingga cerita keluarga Kuda Nil yang ingin pergi ke pantai. 


Mari berbagi dan bacakan cerita-cerita lucu ini kepada anak-anak.


🌼🌼🌼


Resensi Buku : 


Hallo... teman-teman, gimana kabarnya? Semoga sehat ya. Nah, kali ini saya bakal bahas buku anak lagi. Lets go~ 


Penulis buku Stories From The Heart ini adalah Clara Ng yang merupakan salah satu penulis buku anak yang populer, bahkan pernah memenangkan penghargaan Adikarya Ikapi. 


Clara Ng bekerjasama dengan Verdi yang menjadi ilustrator dalam buku Stories From The Heart ini. Bundel cerpen anak ini ditulis dengan mengumpulkan 7 kisah anak-anak yang lucu dan inspiratif. 


Nah, apa saja judulnya? 7 judul cerita anak ini antara lain : Gaya Rambut Pascal, Ke Dokter Gigi, Pergi ke Pantai, Suara Apa Itu?, Dari Negeri Sebrang, Lupi di Pelupa, dan terakhir berjudul Hujan, Hujan, Hujan. 


Kumpulan cerpen anak ini ditulis dalam bentuk bilingual. Tapi, di Gramedia Digital juga diterbitkan dalam ebook serian yang diterbitkan untuk setiap judul. Jadi kalau mau baca satu cerpen aja, ada seriannya gitu. 


Kalau yang saya baca ini versi bundel dan bilingual ya. 


Kalau seri satuannya hanya pakai bahasa inggris saja, jadi nggak ada artinya. 


Nah, karena ini versi bundel kumpulan cerita, jadi setiap tulisan akan ditulis seperti picbook pada umumnya, yang sampai 20 halaman per judul.


Oiya, judul buku yang saya suka yaitu kisah berjudul Gaya Rambut Pascal. 


Pascal merupakan singa hutan yang tampan. Ia sangat bangga dengan rambutnya yang lebat ; panjang, alami dan bercahaya. 





Suatu hari Pascal ingin mendatangi festival karena ia ditunjuk untuk memimpin parade para hewan di rinba, namun ia bingung bagaimana gaya rambut yang bagus untuknya. πŸ˜„


Ia pun berganti-ganti gaya rambut hingga lelah. Namun tidak kunjung mendapatkan gaya rambut yang sesuai keinginanya. 


Pascal merasa frustasi dan capek. Akhirnya, ia melihat di pantulan air di sungai dan Stella, si monyet yang jadi penata rambutnya pun mendapat ide.


"Hei, kayaknya aku tahu deh gaya rambut yang paling cocok buatmu, Pascal."


"Semua setuju bahwa gaya rambut Pascal yang paling cocok adalah gaya alami : bebas melayang, lebat, dan bercahaya." (Hlm. 27)


Menurutku cerita Gaya Rambut Pascal ini lucu dan unik karena menggambarkan bagaimana excitednya anak-anak saat potong rambut. Ya... namanya anak-anak pasti maunya yang seru, lucu dan menarik! πŸ˜†


Yeah, meskipun kadang harus extra untuk coba-coba, tapi yang paling tahu mana yang cocok kan hanya diri kita sendiri. πŸ˜„


Kalau udah biasa pakai gaya rambut A, eh ganti gaya jadi B hanya karena ingin terlihat berbeda, padahal malah jadinya aneh ya.


Jadi inget kalau festival dan parade hewan itu biasanya bikin hewan seneng karena seru. 


Nah, gelaran pesta festival ini juga bikin para hewan di rimba pengin terlihat wah agar mendapat perhatian teman-teman lainnya. 


Ya, sama kayak Pascal yang sebenarnya dia udah tampan tapi masih merasa kurang. Padahal tinggal dirapiin aja disisir kan jadi rapi.


🌼🌼🌼


Oiya, ada lagi judul cerpen anak yang menarik yaitu Dari Negeri Jauh. Ceritanya ada onta yang disuruh belajar sama ayah dan ibunya di negeri yang jauh. 


Nah, negeri yang jauh ini letaknya benar-benar sangat jauh karena hanya bisa ditempuh dengan kapal selama 30 hari. 


Wow! Di manakah negeri yang jauh itu? Ternyata itu ada di North Pole, alias kutub utara. Kejauhan ga sih? Hehe


Pas nyampe di sana, Ulil, si anak onta ini terkejut dengan perubahan yang sangat ekstrim. Misalnya : suhu udara yang sangat dingin sampe dia harus pake syal, dan kaos kaki. Bahkan dia juga pakai kupluk kepala. Haha


Ulil kaget karena jenis hewan di gurun dan di kutub utara juga berbeda. Katanya nih, di kutub nggak ada ular. Eh, masa sih ga ada? Hehe


Tapi seru juga ya jadi Ulil, karena ngrasain gimana culture shock selama belajar di negeri yang jauh. Ya, sangat jauh sampai dibilang negeri seberang. Kalau nggak nyebrang ke sana, pasti dia nggak akan tahu bahwa ada ekosistem yang berbeda dengan tempatnya tinggal. 


Gurun emang gersang, panas dan tandus. Jarang ada air di sana. Tapi itu habitat yang paling cocok buat tempat tinggal unta. 


So, Ulil hanya numpang belajar di kutub utara, bukan untuk tinggal selamanya. Hehe


Dari cerpen ini saya jadi penasaran gimana ya reaksi anak-anak kalau baca cerita anak ini. 


Seru banget bisa ikut membayangkan gimana kehidupan sekolah Ulil bareng teman-temannya. πŸ˜„




🌼🌼🌼


Ada lagi kisah lainnya berjudul Lupi si Pelupa. Ceritanya, ada anak laki-laki bernama Lupi yang sangat pelupa. 


Setiap hari Lupi selalu lupa dengan apa yang dilakukannya, bahkan hal sesepele melepas tag price baju yang akan diapakainya aja lupa loh. πŸ˜‚


Selain tag price baju, ada lagi yang dilupakan oleh Lupi. Apa itu? Pakai baju! Wkwk. Jadi, Lupi senang melepas baju karena merasa kegerahan. Tapi, pas dia ijin buat keluar rumah dan memancing di laut, dia lupa nggak pakai baju. Makanya dipanggil-panggil mamaknya. Eh dia nggak denger. 🀣


Nah, selain ketinggalan baju, ada satu hal yang dia lupa? Apa coba tebak? πŸ˜‹


Yap... Dia lupa bawa kail buat mancing. Hahaha. Jadi, udah nyebrang pake perahu nyampe tengah laut... eh, Lupi malah kelupaan bawa kail buat mancing. Wkwk πŸ˜…


Nah, terus gimana dia dapet ikannya? Sia-sia dong udah sampe tengah laut tapi nggak dapet apa-apa. Wekeke 


Cerita anak ini sangat lucu karena menggambarkan bagaimana kecerobohan Lupi menjadu kisah yang mengundang tawa bagi pembacanya. 


Btw, gambaran Lupi memang murip di Luffi di Komik One Piece. Meskipun nggak detail banget ya. Keliatan dari gesture dan postur tubuh, plus ada topi jerami ala Luffi juga. Tapi, boleh nggak sih pakai gambar yang udah ada copy rightnya meskipun gambarnya beda sedikit? Secara kan.... kalau anime gitu ada Hak Kekayaan Intelektualnya ya. 


Nah... kalau gambar mirip dengan gambar yang sudah bermerk, meski emang gambarnya nggak plek jiplek sih. Cuma mirip dikit. Ya, kayak parodi atau meme gitu. 


Tapi aku jadi penasaran apa di fiksi terutama yang dibukukan boleh pakai kaya gitu ya? Penasaran aja. Hehe πŸ€”


🌼🌼🌼


Kesimpulan : 


Overall, bundel kumpulan cerita anak karya Clara Ng ini seru dan menggemaskan. Untuk 4 cerita anak lainnya nggak saya ceritakan ya. Bisa baca langsung di bukunya. 


Bahasanya ngalir, seru dan khas anak-anak sekali. Pertemanan para tokoh dalam cerpennya juga sangat erat dan bersahabat. Ilustrasinya meskipun sederhana tapi sudah mencerminkan setiap karakter yang dibangun dalam alur dan konflik cerita. 


Oiya, buku Stories From The Heart ini masih bisa diakses di aplikasi Gramedia Digital, meskipun terbitan 2015. Nah, selamat membaca! 😍


🌼🌼🌼

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^