19 Desember 2021

[Review Buku] Semesta Aqil : Sejenak Menyelami Dunia Imajinasi Anak Disleksia

 

Buku anak penyandang disleksia


Judul Buku : Semesta Aqil

Pengarang : Aqillurachman A.H. Prabowo

Penerbit : Pop (Imprint KPG)

Terbit : Cetakan Pertama, Februari 2019

Tebal : 120 halaman

ISBN : 978-602-424-255-8

Rating : 5 ⭐

Harga buku : Rp 70.000

Baca ebook di Aplikasi I-Jateng


❤️❤️❤️


Sinopsis Buku : 


Saya aqillurachman, umur saya 12 tahun.


Buku ini adalah permintaan umi, kata umi aku harus cerita-cerita apa yang aku pikirin kepada teman-temanku di seluruh indonesia. aku sih mau-mau aja tapi kata orang seplanet ini aku disleksia, kalo nulis itu rasanya kayak angkat besi, berat! tapi aku suka banget kalo cerita isi otakku, sebab sering aku rasa otakku ini gerak-gerak sendiri punya pikir sendiri, kayak ada film yang muter sendiri


🌷🌷🌷


Dear pembaca,


Terima kasih telah membuka buku “Semesta Aqil”. Buku ini ditulis anak saya, Aqil, seorang penyandang disleksia. Disleksia secara harfiah berarti kesulitan dalam berbahasa. Kesulitan itu mencakup sulit membaca, mengeja, menulis, memahami tata bahasa, dan beberapa aspek bahasa lain.


Melalui buku ini, saya menyambut pembaca untuk masuk ke dunia Aqil yang penuh hiruk-pikuk keseruan bersama makhluk-makhluk imajinernya.


Selain keramaian makhluk imajiner, pembaca akan menemukan banyak typo atau susunan kalimat yang tidak biasa. Cerita di buku ini diketik sendiri oleh Aqil selama tiga tahun. Dengan tidak mengubah tulisannya, saya berharap pembaca bisa lebih memahami dunia Aqil, ikut merasakan kegembiraannya, serta berani mencoba mengosongkan pikiran dari berbagai rambu untuk masuk ke cara berpikir anak-anak yang maha gembira.


Selamat datang di Semesta Aqil!



❤️❤️❤️


Resensi Buku : 


Buku Semesta Aqil ini ditulis oleh seorang penyandang Disleksia bernama Aqil. Buku Semesta Aqil menggambarkan betapa besar dan luasnya dunia yang ada dalam pikiran anak umur 12 tahun ini. Isi ceritanya sangat imajinatif dan sulit ditebak! 



Sejak kecil, Aqil kesulitan menggunakan bahasa dalam berkomunikasi. Secara harfiah, Disleksia adalah kesulitan berbahasa. Penyandang disleksia akan kesulitan untuk mengungkapkan emosinya dengan kata-kata yang tepat. Seperti yang diungkapkan Aqil bahwa ia merasa berat ketika mulai menuliskan kata-kata. 


"Buku ini adalah permintaan Umi, kata Umi aku harus cerita-cerita apa yang aku pikirin kepada teman-temanku di seluruh Indonesia." (Halaman 13)


Itu sebabnya, Umi Aqil meminta Aqil untuk membuat buku dengan menuangkan kisah-kisahnya. Tujuannya agar ia bisa lebih leluasa untuk melatih kalimat yang akan diucapkannya. 


Menulis ternyata bisa menjadi terapi bagi penyandang disleksia. Penyandang disleksia seperti Aqil akan jauh lebih mudah menuangkan segala emosi dan imajinasinya kedalam tulisan. 



❤️❤️❤️


Menurut saya :


Saat saya membaca buku Semesta Aqil ini, saya jadi takjub dengan pemilihan diksi yang digunakan Aqil. 


Aqil benar-benar menggambarkan apa yang diimajinasikan seorang anak. Dunia imajinasi ini akan sulit dimasuki orang dewasa karena sangat absurd, imajinatif dan sulit ditebak alurnya kemana. 


Misalnya saat ia ingin menggambarkan bagaimana karakter Umi Aqil. Ia lebih senang mengimajinasikan dengan tokoh atau sesuatu yang dekat dengannya, seperti ninja Assassin. 


Aqil mengimajinasikan Uminya sebagai ninja Assassin karena cepat, gesit dan luwes dalam bekerja dan beraktivitas. 


"Umiku bernama Amalia Prabowo. Dia kayak warrior atau ninja… semua dikerjain secepat sabetan pedang Assassin."


Di lain waktu, Aqil menggambarkan aktivitas Uminya sangat sibuk sehingga ia juga sangat rindu untuk bertemu. Bahkan ia ingin membantu ibunya, tapi masa pakai jilbab? Haha. Ada-ada saja ya. 😂


"Semua orang selalu nyari-nyari Umiku, mungkin karena dia suka loncat sana loncat sini kayak bajing jadi semua orang tahu dia, mungkin dia seperti cumi-cumi yang tangannya banyak… jadi bisa lakuin semuanya dalam satu waktu." (Hlm 9)


"Kadang aku suka kasian lihat Umiku kerja aku pengin ganti, tapi masak aku harus pake jilbab?" (Hlm. 10)


Anyway, beberapa kalimat dalam buku ini tertulis apa adanya sebagaimana Aqil tuliskan. Jadi ada beberapa kata yang kadang typo atau bahkan kalimat panjang yang tidak pakai koma alias trabas aja lah, Bun~ 


Tapi saya suka dengan karakter Aqil yang sangat polos dan ceplas ceplos. Khas anak-anak sekali ya. Hehe. 



❤️❤️❤️



Di beberapa kisah, Aqil juga menggambarkan bagaimana ia berinteraksi dengan adiknya, Satria.  Sepertinya mereka hanya tinggal bertiga, karena Aqil tidak membahas ayahnya. Mungkin ayahnya sudah meninggal.



Yang bikin saya terkejut waktu Aqil menggambarkan tokoh jahat seperti koruptor. Wow! 


Bagaimana anak seusia dia bisa tahu siapa yang dimaksud koruptor itu ya? Apa di sekolah sudah diajarkan oleh gurunya apa arti dari kata koruptor? 


"Mengapa banyak orang jahat bisa hidup di Bumi, mengapa Tuhan mengijinkan mereka yang jahat untuk tinggal di Bumi ini, padahal bumi itu baik sekali." (Hlm. 97)



 


"Seandainya matahari bisa memilih hanya menyinari orang baik, pastinya orang-orang jahat yang suka korupsi di TV akan membusuk karena tidak pernah mendapat matahari." (Hlm. 99)


Wow, sebuah pemikiran anak usia sekolah dasar yang sangat brilian! Bagaimana bisa dia tahu kalau orang jahat harusnya dihukum, biar nggak ada di muka bumi? Salut deh dengan cara uminya mengajarkan konsep baik buruk dalam hidup Aqil.


Trus, ada lagi kejadian waktu Aqil cerita tentang kamarnya. Ya, kamarnya sama kayak kamar biasa, tapi dia bilang ada yang melotot waktu dia di kamar malam hari. Trus kamarnya bisa dikecilin, bisa diperluas sesuka dia. Haha


"Kamarku itu bisa bergerak kadang membesar, meluas seperti ruang angkasa, kadang kamarku juga bisa menyempit sesempit rumah semut…" (hlm. 110)





Bahkan dia bilang kalau ada makhluk yang tunduk karena dia jadi presiden di kamarnya sendiri. Benar-benar nggak bisa ditebak apa isi kepalanya. Wkwk. 


Yang paling unik waktu Aqil bilang kalau monas yang dikecilin (miniatur monas) itu dibikin sama arsitek yang waktu kecil dulunya suka dimarahi gurunya. Lol. Bener deh, ajib banget isi kepala Aqil. 😂


"Pastinya pencipta Patung Monas ini sangat takut dengan gurunya yang selalu membawa stick (tongkat) dan mengacung-ngacungkan padanya, saat dia jadi arsitek maka ia bangun patung tongkat amarah itu. Hahahahha." (Hlm. 112)




Sebenarnya, ada banyak hal yang dibahas Aqil dalam buku setebal 120 halaman ini. Oiya, seluruh tulisan dan gambar ilustrasi dibuat oleh Aqil sendiri. 


Selain itu, Aqil juga sudah beberapa kali menjuarai lomba menggambar dan diikutsertakan dalam event pameran seni. Keren ya! 😍




Semoga makin banyak anak yang bisa menyalurkan potensi dan bakat terbaiknya hingga bisa terus berkarya dan menciptakan dunia yang lebih baik bagi anak-anak. 


Overall, saya suka dengan buku Semesta Aqil ini, bahkan bisa dibaca dalam waktu 1 jam saja. Benar-benar pengalaman yang menakjubkan bisa ikut larut dalam dunia imajinasi Aqil. ❤️


Nah… Kalau kamu gimana? Pernah ada pengalaman atau cerita berinteraksi dengan penyandang disleksia seperti Aqil? Silahkan komentar di bawah ya. 😊


❤️❤️❤️




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar. Terimakasih sudah berkunjung ya. ^_^